Posts

Ragam Bahasa Dayak di Kabupaten Ketapang

Faktor geografis salah satu penyebab banyak ragam bahasa Dayak di Kabupaten Ketapang, hampir setiap desa memiliki perbedaan, walau hanya logat atau dialeknya. 
Keberagaman bahasa tersebut  bukan halangan yang menimbulkan perpecahan dan semangat persatuan kami, sebab semangat saling tolong-menolong yang telah diwariskan para leluhur kami tetap melakat pada semua masyarakat suku dayak apapun bahasanya, malahan keberagaman bahasa tersebut menjadi kekayaan tersendiri yang menambah rasa persaudaraan antar masyarakat Dayak semakin kuat.
Suku Dayak di Kalimantan memiliki sistem kepercayaan yang kompleks dan sangat berkembang (Alqadrie, 1987). Kompleksitas sistem kepercayaan tersebut di dasarkan pada tradisi dalam masyarakat Dayak yang mengandung dua prinsip yaitu: (1) unsur kepercayaan nenek moyang (ancestral belief) yang meneknkan pada pemujaan nenek moyang, dan (2) kepercayaan terhadap Tuhan yang satu (the one God) dengan kekuasaan tertinggi dan merupkan suatu prima causa dari kehidupan m…

Antraksi Panglima Dayak

Image
Atraksi Panglima Dayak

Dipertunjukan pada atraksi pelaksanaan gawai adat dayak di Kalimantan Barat, Gawai Dayak merupakan satu-satunya peristiwa budaya Dayak yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di kota Pontianak, Kalimantan Barat. 
Dalam gawai, selain acara inti yakni nyangahathn (pembacaan mantra), juga ditampilkan berbagai bentuk budaya tradisional seperti berbagai upacara adat, permainan tradisional, dan berbagai bentuk kerajinan yang juga bernuansa tradisional. 
Penyajian berbagai unsur tradisional, selama Gawai Dayak, menjadikannya sebagai event yang eksotis di tengah masyarakat perkotaan yang modern. Gawai Dayak bukanlah peristiwa budaya yang murni tradisional, baik dilihat dari tempat pelaksanaan maupun isinya. 
Gawai Dayak merupakan perkembangan lebih lanjut dari acara pergelaran kesenian Dayak yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) pada tahun 1986. Perkembangan tersebut kuat dipengaruhi oleh semangat upacara syukura…

Upacara Adat Buah Dayak Pesaguan

Setiap Tahun Masyarakat adat selalu mengadakan ritual-ritual adat, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang pencipta, salah satunya adalah Upacara Adat Buah Dayak Pesaguan
Mendiami Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia. Masyarakat Dayak Pesaguan adalah kelompok masyarakat asli yang mendiami wilayah pehuluan aliran Sungai Pesaguan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Kelompok ini tersebar di wilayah tiga kecamatan, yaitu: Kecamatan Tumbang Titi di bagian paling timur, Desa Lalang Panjang di bagian tengah, dan Kecamatan Sungai Melayu Raya di bagian barat.
Musim buah bagi masyarakat adat Dayak Pesaguan bukanlah hal yang biasa. Apalagi jika pada musim buah yang sangat melimpah. Masyarakat adat mewujudkannya dengan melakukan rangkaian upacara adat.
Masyarakat adat Dayak Pesaguan di Kab. Ketapang setidaknya mengenal 7 rangkaian upacara adat buah-galau (buah-buahan). Ketujuh upacara adat buah tersebut lazimnya dilakukan pada setiap musim buah raya. Musim buah raya biasanya dita…

Alat Musik Tradisonal Dayak Pesaguan

Masyarakat Pesaguan memiliki gong-gong dengan tipe yang, bisa dikatakan paling bervariasi di antara kelompok-kelompok Dayak lainnya di Kalimantan Barat. Terdapat enam tipe alat keluarga gong yang ditemukan dalam kebudayaan Pesaguan.[2]
Tipe grantung atau gerantung, yaitu tipe gong yang berukuran paling besar, dengan sisi dan buntong (tonjolan bundar di tengah, pencu) yang relatif rendah, bernada rendah dan beralun panjang. Tipe ini biasanya memiliki diameter 45 cm atau lebih dan tinggi sisinya 10-17 cm.
Tipe tetawak, yaitu jenis gong dengan ciri sisi dan buntong yang tinggi, bernada lebih tinggi dari grantung dengan karakter suara yang tegas dan tak beralun panjang. Sedikit berbeda dengan kempul dalam budaya Jawa, tetawak memiliki sisi yang relatif lurus dan nada yang tegas tidak beralun panjang. Diameternya bervariasi dari sekitar 30 sampai 65cm, dengan tinggi sisi sekitar 12-21cm. Alat ini paling banyak ditemukan dalam masyarakat Pesaguan, dan juga digunakan sebagai alat komunikasi…

Siapa Bilang Hari Ini Tanam Sawit Besok Panen Duit???

Siapa Bilang Hari Ini Tanam Sawit Besok Panen Duit???
Fakta puluhan tahun perkebunan sawit di Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang

Puluhan Tahun Silam Banyak perusahan baik dari luar negri atau luar kalimantan yang mengembangkan perkebunan sawt di Kecamatan Nanga Tayap,

Historikal Gerunggang Enam

Sejarah dan Histori Berdirinya Gerunggang Onam  ( Desa Batumas, Desa Cegolak, Desa Pateh Benteng)
Pada zaman dahulu kala, ada seorang bernama Pateh Nyorak. Ia sebagai orang terpandang dan cakap, diangkat menjadi Domong Puluhan, Lawang Merintah, Ulun Menyiuh. Pekerjaan sehari-harinya juga hidup bercocok tanam atau bertani. Ia tinggal di sebuah kampung bernama Serawak Tuwe, Laman Lambat, Batu Monang yang disebut Desa Batu Mas, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang sekarang ini. Pada masa Patih Nyorak sebagai Domong Merintah Ulun Menyiuh, alam di wilayahnya pada masa itu masih subur. De­ngan kata lain lubuk masih banyak ikan, hutan masih banyak binatang (sebagai indikasi daerah subur), setiap tahun berladang dengan tidak begitu luas namun hasilnya sampai seribu kali lipat bahkan lebih dari jumlah benih yang ditabur atau ditugal. Begitu juga kondisi hutan dan sungainya, dalam waktu yang sama, saat seseorang menanak nasi di rumah, seorang yang lainnya memancing atau berbu…