Alat Musik Tradisonal Dayak Pesaguan

Masyarakat Pesaguan memiliki gong-gong dengan tipe yang, bisa dikatakan paling bervariasi di antara kelompok-kelompok Dayak lainnya di Kalimantan Barat. Terdapat enam tipe alat keluarga gong yang ditemukan dalam kebudayaan Pesaguan.[2]

Tipe grantung atau gerantung, yaitu tipe gong yang berukuran paling besar, dengan sisi dan buntong (tonjolan bundar di tengah, pencu) yang relatif rendah, bernada rendah dan beralun panjang. Tipe ini biasanya memiliki diameter 45 cm atau lebih dan tinggi sisinya 10-17 cm.

Tipe tetawak, yaitu jenis gong dengan ciri sisi dan buntong yang tinggi, bernada lebih tinggi dari grantung dengan karakter suara yang tegas dan tak beralun panjang. Sedikit berbeda dengan kempul dalam budaya Jawa, tetawak memiliki sisi yang relatif lurus dan nada yang tegas tidak beralun panjang. Diameternya bervariasi dari sekitar 30 sampai 65cm, dengan tinggi sisi sekitar 12-21cm. Alat ini paling banyak ditemukan dalam masyarakat Pesaguan, dan juga digunakan sebagai alat komunikasi yang dibunyikan dengan irama-irama khusus jika ada kematian, kebakaran, dan panggilan untuk berkumpul.

Tipe bebondi, yaitu jenis gong dengan ukuran lebih kecil dari tetawak dengan tinggi sisi dan buntong yang rendah. Memiliki karakter suara berdentang yang sangat khas dan dibunyikan menggunakan pemukul dari kayu tanpa pembalut atau pelapis di ujungnya. Nadanya sedikit di atas tawak atau sama dengan tawak yang bernada paling tinggi. Diameter sekitar 32-37 cm, dan tinggi sisi sekitar 6,5-10 cm.
Tipe Kotok-konong, tipe ini termasuk jarang ditemukan. Saat ini jumlahnya sangat sedikit dan juga tidak digunakan dalam acara-acara musik adat biasa. Alat kotok-konong hanya digunakan sebagai tambahan dalam gondang-gamalan hanya dalam upacara merondau, dan tidak digunakan dalam upacara lain. Alat ini sangat mirip (atau sama?) dengan kenong di Jawa.

Tipe Boring-boring, yaitu jenis gong rata yang tidak memiliki buntong (flat gong) seperti gong-gong tipe lain. Alat boring-boring ini hanya tinggal sebuah di daerah Pesaguan. Konon diperoleh dari raja Melayu di pesisir sebagai hadiah buat Lalau, putera dari Kenduruhan Betongkok (Demong punduhan atau pimpinan tertinggi di Serengkah) karena telah mengantarkan persembahan dari masyarakat Serengkah (Pesaguan Hulu). Diameternya 37 cm dengan ketinggian sisi 7 cm. Dalam permainannya, bagian yang dipukul adalah bagian dalam atau belakang alat tersebut.

Tipe Kelintang, yaitu anggota keluarga gong dengan ukuran paling kecil, bernada paling tinggi, dan tersusun dalam satu perangkat. Alat ini diletakkan berjajar dalam sebuah rak horisontal, dan berfungsi sebagai alat ‘melodi’ dalam ansambel gong, dengan susunan nada paling tinggi di sebelah kiri dan yang paling rendah di sebelah kanan. Jumlah seperangkat alat kelintang dalam ansambel gong Pesaguan terdiri dari 8 satuan alat. Diameternya sekitar 20 cm dengan tinggi sisi sekitar 6 cm.

Comments

Popular posts from this blog

Ragam Bahasa Dayak di Kabupaten Ketapang

Antraksi Panglima Dayak

Upacara Adat Buah Dayak Pesaguan